Jumat, 17 Februari 2012

Syukurku, karena milikimu

Menjelang 21 tahun 2 bulan. Menjelang gelar sarjana pertamaku. Menjelang masa-masa yang belum pernah aku jalani sebelumnya. Berjuta syukur karena aku mendapat segala sesuatu tak sesulit orang lain mendapatkannya.
Syukurku, karena milikimu. Allah swt. Aku tak yakin bagaimana hidupku jika aku tak mengenal dan memilikiMu, ya Rabb. Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Akankah masih mampu berada di jalan ini? Yang senantiasa memberikan kesempatan memperbaiki diri. Alhamdulillah, aku memilikiMu, Rabb.

Syukurku, karena milikimu. Iman. Iman pada Allah. Iman pada malaikatNya. Iman pada kitabNya. Iman pada rasulNya. Iman pada hari akhirNya dan Iman pada ketetapanNya. Iman yang terus menjaga nikmat Islam pada diri ini. Iman yang terus-menerus menuntut diri menjadi lebih baik dan baik, sesuai penilaianNya.

Syukurku, karena milikimu. Kesempatan. Kesempatan hidup. Kesempatan tumbuh menjadi dewasa melalui berbagai fase kehidupan yang indah. Kesempatan untuk menikmati pendidikan hingga tingkat ini. Kesempatan berada di tengah keluarga yang begitu hangat ini. Kesempatan menjadi bagian dari perjuangan teman-temanku. Kesempatan memperbaiki diri setelah berada di masa-masa rentan dosa ini. Dan berharap memiliki kesempatan secepatnya bertemu dan berkumpul dengan sang Rasul, juga bertemu denganNya dengan 'status' baik ^_^

Syukurku, karena milikimu. Orang tua. Tak mampu menjadi seperti saat ini tanpa kasih sayang keduanya. Sang malaikat dunia, yang jika aku memandang wajahnya, hati menjadi lebih tenang ketika merasa risau. Sang ayah, lelaki pertama yang membuatku jatuh cinta, yang ketika melihat ke wajahnya, tersirat begitu lelahnya ia mencari nafkah, tetapi tak pernah sekalipun aku mendengarnya mengeluh. Yang dari keduanya menguatkan aku untuk berada di tempat ini. Yang karena keduanya membuatku bersemangat menjalani hari-hari akhir perjuangan di kampus. Yang karena keduanya pula aku sedang berusaha menjadi lebih baik. Menjadi anak sholeh, yang insyaAllah doaku dapat didengar Allah saat mereka berdua telah tiada.

Syukurku, karena milikimu. Sahabat. Karena suatu peristiwa pada salah satu adikku hari ini, aku tak berhenti bersyukur karena aku memiliki sahabat seperti kalian. Alhamdulillah, aku selalu dipertemukan dengan sahabat-sahabat luar biasa. Sejak berada di bangku sekolah hingga kini aku akan segera menyelesaikan pendidikan S1-ku, aku merasa tak pernah sekali pun salah memilih teman. Alhamdulillah, tak pernah salah bergaul. Memang benar, diri kita seperti apa lingkungan dan teman-teman kita. Berada bersama para sahabat yang selalu membawa ke arah menjadi lebih baik, apalagi?? Semoga kita pun dipertemukan di surgaNya nanti. Aku mencintai kalian, karena Allah ^_^

Syukurku, karena milikimu. Rasa lelah. Kadang aku mengutuki diri karena tubuh ini terlalu cepat lelah yang pada akhirnya membuat sakit begitu mudah datang. Tetapi, dibalik itu terbersit rasa syukur karena aku mampu merasa lelah. Jika tidak, apa bedanya tubuh ini dengan robot? Dengan adanya rasa lelah, aku dapat memberikan hak tubuh untuk beristirahat. Dalam masa beristirahat, aku mampu melakukan introspeksi akan hari-hari yang telah dilalui. Memiliki waktu untuk merenungi diri dan berpikir untuk menjadi lebih baik. Berikan hak tubuhmu untuk beristirahat, terkadang rasa lelahmu pun harus disyukuri datangnya. Namun, jangan sampai lelah berkepanjangan yang akhirnya membuatmu terbiasa berleha-leha *yang sempat terjadi padaku beberapa saat lalu. Astaghfirullah....

Syukurku, karena (masih) memilikimu. Rasa syukur. Alhamdulillah, aku masih mampu mengingat sedikit dari berjuta nikmat yang diberikanNya. Dan kini sedang mencoba menyukuri satu persatu nikmat itu. Nikmat yang terkadang tak seluruh orang memilikinya. Alhamdulillah, Allah masih mau mengingatkanku di kala aku terlupa tujuan hidupku di dunia. Bukankah, "Tidak kuciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepadaku". Semoga Engkau tak pernah bosan mengingatkanku ya Rabb. Semoga Engkau juga tak pernah lelah menuntunku kembali jika suatu hari aku menuju jalan lain. Semoga hati ini terus menerus condong padaMu meski Engkau selalu membolak-balik hati kami.

*Ampuni dosa kami hari ini ya Allah. Semua lisan, perbuatan, prasangka, dan gerak hati yang tak pantas dan sesuai dengan yang seharusnya. Selalu lindungi kami ya Rabb, Aamiin :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar