kembali mencoba mengurai arti seseorang untuk sang teman
tentu teman yang lain
kali ini sebenarnya akan menyajikan sedikit tulisan yang akan menggantung di bagian akhir
tapi tak apalah, mungkin bisa dibuat sekuel-sekuel yang lain tentang cerita ini
cukup bingung untuk memulai dan mengakhiri cerita sang teman kali ini
yang jelas di awal sang teman menceritakan tentang hatinya yang remuk redam
yaah biasa, karena ditinggal seseorangnya (yang terdahulu)
lama tak kudengar cerita darinya, begitu kalem dia untuk beberapa saat
hanya aku mencemaskannya untuk beberapa saat bungkamnya ia padaku itu
akhirnya, di suatu kesempatan aku mencoba menanyai perihal 'hatinya'
dan beginilah ini dimulai
hanya sebuah tempat corat-coret untuk menyalurkan hobi berceritaku yang kadang lebih nyaman jika diutarakan melalui tulisan mengenai bagaimana aku melalui hidup ataupun mengenai banyak hal bermanfaat yang bisa ku bagi kepada kalian..
Minggu, 25 September 2011
Senin, 19 September 2011
hari ini *pertama
hari ini aku kembali bertemu dengan "teman-teman" berseragam putih abu-abu
teman-teman?? terdengar seperti tidak sadar usia yaa... tapi, benar
mereka akan menjadi "teman-teman" baruku untuk tahap ini
tahap akhir aku menyebutnya
PPL, Praktik Pengalaman Lapangan
teman-teman?? terdengar seperti tidak sadar usia yaa... tapi, benar
mereka akan menjadi "teman-teman" baruku untuk tahap ini
tahap akhir aku menyebutnya
PPL, Praktik Pengalaman Lapangan
Minggu, 18 September 2011
seseorang *bagian pertama
ketika kita sudah terlalu lama bersandar pada seseorang
kita benar-benar menjadi sosok seorang manusia yang lemah, manja, dan cengeng
menjadi seorang pengeluh ulung
yang seolah-olah hidupnya selalu dirundung kelemahan dan ketakberdayaan
kepercayaan pada diri sendiri pun seakan hilang tak membekas
segala upaya untuk menjadi lebih mandiri akan terasa sangat berat
karena kita sudah menyandarkan hidup dan masa depan kita pada seseorang
yah seseorang, yang notabene juga seorang manusia
sama seperti diri kita sendiri
makhluk yang lemah dan hina
yang akan mudah khilaf dan terlupa
ketika seseorang tersebut mulai khilaf dan terlupa
dan mulai meninggalkan kita
selanjutnya, bagaimana kita???
akankah tiba-tiba menjadi seorang manusia kuat dan tangguh?
atau akan menjadi lebih lemah dan buruk dari sebelumnya?
kita benar-benar menjadi sosok seorang manusia yang lemah, manja, dan cengeng
menjadi seorang pengeluh ulung
yang seolah-olah hidupnya selalu dirundung kelemahan dan ketakberdayaan
kepercayaan pada diri sendiri pun seakan hilang tak membekas
segala upaya untuk menjadi lebih mandiri akan terasa sangat berat
karena kita sudah menyandarkan hidup dan masa depan kita pada seseorang
yah seseorang, yang notabene juga seorang manusia
sama seperti diri kita sendiri
makhluk yang lemah dan hina
yang akan mudah khilaf dan terlupa
ketika seseorang tersebut mulai khilaf dan terlupa
dan mulai meninggalkan kita
selanjutnya, bagaimana kita???
akankah tiba-tiba menjadi seorang manusia kuat dan tangguh?
atau akan menjadi lebih lemah dan buruk dari sebelumnya?
Langganan:
Postingan (Atom)