Senin, 06 Februari 2012

arakan awan, derainya hujan, menanti pelangi

aku terlalu tertarik dengan segala hal yang berhubungan dengan langit
permadani biru itu seakan selalu menantangku untuk terus mengintipnya
mengurai banyak cerita tentangnya
suruh saja anak usia empat tahun mengatakan apa yang bisa ia lihat di langit
maka 'awan, matahari, bulan, bintang, pelangi, pesawat, burung' akan menjadi benda-benda yang menghias langit, menurutnya
jika seorang mahasiswa semester 4 yang disuruh mengucap apa saja yang ia lihat di langit
percayalah, takkan jauh berbeda yang ia sebutkan
kesimpulannya? pemikiran mahasiswa semester 4 sama dengan pemikiran anak usia empat tahun *abaikan :D


aku sudah pernah membahas tentang awan sebelumnya
uhhm, lebih tepatnya tentang negeri di awan sesuai pemikiranku
seorang mahasiswa semester 7 *saat itu*
yaah, aku seorang pengagum awan
yang akan selalu mencoba membidik awan dengan kamera handphoneku yang tidak seberapa
yang hingga hari ini aku pun belum bisa memahami maksud 'keberadaan' awan di hidupku
yang jelas, gumpalan awan hitam bernama cumulunimbus akan menghasilkan titik-titik air yang kita sebut "hujan"

"aku.. selalu bahagia, saat hujan turun
karena aku dapat mengenangmu, untukku sendiri"
penggalan lagu Hujan - Utopia itu selalu menjadi pilihan ketika berada di dalam ruang karaoke
entahlah, aku juga pengagum hujan
penikmat hujan, mungkin lebih pantas kalian menyebutku
sedang mengingat-ingat kapan pertama kali menjadi pengagum hujan
sejak satu tahun lalu mungkin, ketika aku bersama seseorang menikmati hujan di malam hari dari teras rumahku, yang tanpa sadar menahannya untuk sejenak menunggu teduh bersamaku
yang selalu membuatku tersenyum dan kembali mengharapkan keberadaannya di sampingku, seperti saat itu
bukan... mungkin sejak aku berada satu bus dengan seseorang dan hujan turun dengan lebatnya di jalanan
suatu kenangan saat itu karena demi aku, seseorang itu rela berdiri karena busnya bocor
tiba-tiba terbayang wajah lucunya yang sedikit tak rela melanjutkan perjalanan dengan bergelantungan di bus ^_^
bukaan.. aku sudah menjadi penanti hujan sejak masih berseragam putih abu-abu
bersama seorang sahabat yang selalu mampu mengisyaratkan kegundahan hati ketika hujan
hingga saat ini pun, meski berjauhan
ketika hujan turun dan hati terasa gamang, maka pesan singkat akan selalu dikirim
"it's raining now and i wanna cry, sist"
seketika bongkahan rindu membuncah, tiba-tiba ingin kembali menikmati masa-masa itu
aaah, semua kenangan itu...
pernah membaca di salah satu notes Facebook seorang teman
"hujan memiliki kemampuan menghipnotis manusia untuk meresonansikan ingatan masa lalu". tanpa bisa dibuktikan secara ilmiah, para ilmuwan menyimpulkan bahwa "di dalam hujan ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang merasa rindu"
hujan, yah hujan
benar, ketika rindu menggumpal dan hujan turun
seolah tiap derainya mampu menghantar jutaan rindu tersebut
meski tak yakin rindu itu tersampaikan pada yang dirindu

dan aku juga suka bermain di bawah derai hujan
berjalan atau sedikit berlari di bawahnya, membuat perasaan kecewa larut bersamanya dan hilang bermuara entah kemana
"no one can see my tears under the rain"
kata-kata favoritku ketika hati merasa kering, menanti hujan
ya, sekeras apapun tangisku, takkan ada yang mampu melihat air mataku jika aku berjalan di bawah hujan
bukankah terkadang ketika kecewa kita perlu menangis?
meski aku menjadi sangat tak suka hujan jika ia diiringi dengan dentuman petir dan siluet kilat yang terus-menerus menghardik
itu sangat menakutkan
kilat dan petir seakan merusak indahnya hujan dan meluluhlantakkan jutaan rinduku
walau, setelah hujan lebat dengan iringan kilat dan petir akan muncul suatu keindahan nyata di langit
penghias langit hitam yang perlahan berubah cerah
"pelangi"


ingat Sherina Munaf ketika masa kecilnya, dengan pipi chubbynya?
ingat salah satu lagu yang dinyanyikannya?
'Pelangiku', menjadi salah satu lagu pengiring rindu ketika hujan
pelangi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti "lengkung spektrum warna di langit yang tampak karena pembiasan sinar matahari oleh titik-titik hujan atau embun dengan warna yang beraneka macam"
ketika di masa kanak-kanak kita hanya mengenal tiga warna pelangi, "merah, kuning, hijau"
yang kemudian ketika memasuki masa sekolah dasar (ketika belajar IPA mengenai cahaya *kalo gak salah*), kita mulai mengenal pelangi dengan tujuh warna "merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu" yang ketika akan ulangan harian kita ingat dengan menyingkatnya "mejikuhibiniu"
aku tak yakin ada orang yang tak suka pelangi, dengan tujuh warna yang menjadi penghias langit yang kelam yang seketika berubah menjadi cerah setelah turunnya hujan
semua menanti hadirnya pelangi setelah redanya hujan
meski aku jarang tertarik untuk membidikkan kamera handphone sederhanaku pada lengkungan berwarna itu, tetapi aku menantinya
menanti munculnya pelangi ketika hujan mereda
kata orang-orang tua, jika muncul pelangi ketika hujan itu artinya bidadari ikut turun bersama hujan dan sedang mandi di bumi
jika ku sambung sekarang, mungkin itu bidadari yang selendangnya dicuri si Jaka Tarub
hahaahaa, cerita masa kanak-kanak pun sudah dihiasi dengan pelangi

inginku saat ini, bisa memandang langit dengan pelanginya sehabis hujan bersamanya
siapa? siapapun dia, yang ditakdirkan akan menjadi pendamping memandang langit
yaa.. memandang arakan awan, derainya hujan, menanti pelangi
^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar