Ilahi lastu lilfirdausi ahla,
walaa aqwa 'ala naaril jahiimi,
Fahabli taubatan waghfir dzunubi,
Fainaka ghafirudz-dzanbil azhimi....
Dzunubi mitslu a'daadir rimali,
Fahabli taubatan ya Dzal Jalaali,
Wa 'umri naqishu fi kulli yaumi,
Wa dzanbi zaaidun kaifa- htimali
Ilahi 'abdukal 'aashi ataak,
Muqirran bi dzunubi wa qad da'aaka,
Fain taghfir fa anta lidzaka ahlun,
Wain tadrud faman narju siwaaka
wahai Tuhanku... aku sebetulnya tak layak masuk surgaMu,
tapi... aku juga tak sanggup menahan amuk nerakaMu,
karena itu mohon terima taubatku ampunkan dosaku,
sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun dosa-dosa besar
Dosa-dosaku bagaikan bilangan butir pasir,
maka berilah ampunan oh Tuhanku yang Maha Agung
Setiap hari umurku terus berkurang,
sedangkan dosaku terus menggunung,
bagaimana aku menanggungkannya
wahai Tuhan, hambaMu yang pendosa ini,
datang bersimpuh ke hadapanMu,
mengakui segala dosaku,
mengadu dan memohon kepadaMu
kalau Engkau ampuni itu karena,
Engkau sajalah yang bisa mengampuni,
tapi kalau Engkau tolak,
kepada siapa lagi kami mohon ampun selain kepadaMu?
*Dikutip dari Fuadi, Ahmad.2010.Negeri 5 Menara.Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar