Selasa, 06 Maret 2012

Syair Abu Nawas

Ilahi lastu lilfirdausi ahla,
walaa aqwa 'ala naaril jahiimi,
Fahabli taubatan waghfir dzunubi,
Fainaka ghafirudz-dzanbil azhimi....


Dzunubi mitslu a'daadir rimali,
Fahabli taubatan ya Dzal Jalaali,
Wa  'umri naqishu fi kulli yaumi,
Wa dzanbi zaaidun kaifa- htimali

Ilahi 'abdukal 'aashi ataak,
Muqirran bi dzunubi wa qad da'aaka,
Fain taghfir fa anta lidzaka ahlun,
Wain tadrud faman narju siwaaka


wahai Tuhanku... aku sebetulnya tak layak masuk surgaMu,
tapi... aku juga tak sanggup menahan amuk nerakaMu,
karena itu mohon terima taubatku ampunkan dosaku,
sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun dosa-dosa besar
Dosa-dosaku bagaikan bilangan butir pasir,
maka berilah ampunan oh Tuhanku yang Maha Agung

Setiap hari umurku terus berkurang,
sedangkan dosaku terus menggunung,
bagaimana aku menanggungkannya

wahai Tuhan, hambaMu yang pendosa ini,
datang bersimpuh ke hadapanMu,
mengakui segala dosaku,
mengadu dan memohon kepadaMu

kalau Engkau ampuni itu karena,
Engkau sajalah yang bisa mengampuni,
tapi kalau Engkau tolak,
kepada siapa lagi kami mohon ampun selain kepadaMu?

*Dikutip dari Fuadi, Ahmad.2010.​Negeri 5 Menara.​Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar