Sabtu, 10 Maret 2012

Ketika Bahagia itu Begitu Sederhana

Masih terus mencari apa itu bahagia. Tetapi, terkadang tak menyadari bahagia itu sering datang menyapa kita. Kita terlalu asyik menggerutui keadaan. Belajar menjadi pribadi yang selalu merasa bahagia, itu langkah pertama, ku rasa….

Bahagia itu sederhana. Hanya ketika detik ini dirimu masih merasakan nikmatnya sehat, mampu berbuat apapun sesuai mimpimu. Bahagia ketika mimpi masih terlalu tinggi, kau masih diberi kesempatan mewujudkannya, bahagia ya ^_^

Bahagia itu sederhana. Hanya ketika kau merasa dosa berlumur di dirimu, Dia masih berkenan memberimu kesempatan untukmu segera bertobat, segera memperbaiki diri agar sedikit pantas membersamai para manusia berakhlak mulia. Menjadi seorang penuh kesempatan itu, bahagianya ^_^

Bahagia itu sederhana. Hanya ketika kau memiliki seorang malaikat dunia dan pasangannya yang setia, yang selalu mendukung niat baikmu, perbaikan dirimu, selalu berusaha menyokong mimpimu. Menjadi anak mereka itu, kebahagiaan tiada tara ^_^

Bahagia itu sederhana. Hanya ketika sarapan pagi bisa duduk bersama mama dan papa, hal yang jarang terjadi. Meski hanya sarapan dengan semangkuk tekwan pun rasanya begitu nikmat. Menjadi bekal semangat sepanjang hari, itu bahagia ^_^

Bahagia itu sederhana. Hanya ketika ingin menulis dan sudah duduk menghadapi laptop, otakmu dengan tiba-tiba terisi gumpalan ide yang siap untuk diluncurkan. Bahagia rasanya menjadi seseorang yang mampu mengutarakan pikirannya dengan menulis ^_^

Bahagia itu sederhana. Hanya ketika hujan datang, suara rinainya mengiringi nyanyian rindu pada orang-orang terkasih, dengan sigap menjangkau notebook dan segera menggambarkan rasa rindu itu melalui tulisan. Mengatakan “aku merindukanmu” melalui tulisan dan disampaikan hujan itu, bahagia ^_^

Bahagia itu sederhana. Hanya ketika kau tiba di kampus dan kau bertemu dengan para sahabatmu, hanya sebentar memandang wajah mereka, bongkahan rindu yang mengkristal segera luluh dihantam senyum dan pancaran sinar dari mata mereka. Bersama dengan sahabat yang senantiasa mengajak pada kebaikan itu, bahagia ^_^

Bahagia itu sederhana. Hanya ketika kau berada di kampus dalam waktu yang singkat, sahabatmu melepas kepulanganmu dengan wajah kesal, gara-gara kuantitas pertemuan yang singkat dan belum banyak yang saling dibagi. Dalam keadaan seperti itu, bahagia rasanya ^_^

Bahagia itu sederhana. Hanya ketika kau sudah berada di bus menuju Palembang, beberapa sahabatmu yang belum sempat berjumpa di kampus mengirim pesan singkat mengajak makan siang bersama, dan begitu tahu kau sudah dalam perjalanan pulang, mereka merasa kecewa. Menjadi salah satu orang yang diinginkan keberadaannya itu, bahagia looh ^_^

Bahagia itu sederhana. Hanya ketika kau bersahabat dengan seseorang dan dia pun menganggapmu sebagai sahabatnya. Tak bertepuk sebelah tangan itu, membahagiakan ^_^

Bahagia itu sederhana. Hanya ketika seorang sahabat mempercayaimu dan kau mempercayainya. Mendengarkan dan didengarkan itu, sungguh membahagiakan ^_^

Bahagia itu sederhana. Hanya ketika kau dan sahabatmu duduk di KFC dengan menghadapi es krim, bercengkrama, dan saling memberi semangat. Mood meningkat seketika, semangat kembali bergelora, ah bahagianya ^_^

Bahagia itu sederhana. Hanya ketika sudah begitu lama tak berjumpa dengan para sahabatmu nun jauh di sana, suatu ketika bisa kembali “meracau” di status salah seorang sahabat atau saling mention di twitter. Ketika jarak dan intensitas pertemuan dengan sahabatmu tak lagi menjadi masalah karena adanya social media yang menjamur, bahagia ^_^

Bahagia itu sederhana. Hanya ketika aku merasakan kerinduanku, aku bisa menyampaikannya melalui tulisan. Ketika bisa menulis tanpa batas, aku bahagia ^_^

Bahagia itu sederhana. Sangat sederhana ketika di hatimu masih mampu merasakan sekecil apapun bentuk kebahagiaan. Mampu merasa bahagia dalam keadaan apapun itu, bahagia sekalii ^_^

Begitu sederhana untuk merasa bahagia. Ini hanya sepersekian dari kebahagiaan yang terkadang berlalu begitu saja, tanpa dirasakan, hanya dianggap sebagai sebuah hal biasa tanpa makna. Cobalah untuk terus merasakan kesederhanaan dari merasa bahagia itu. Selamat berbahagia sahabat ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar