Rabu, 07 Maret 2012

Antara Skripsi, Rok Mini, dan BBM

Sudah lima hari full aku punya to do list "nothing" di agendaku. Hoooam, harusnya di masa akhir kuliahku dan di tengah begitu menjelimetnya urusan skripsi, aku seperti teman-teman yang lain. Sibuk membolak-balik buku referensi dan mondar-mandir mencari keberadaan pembimbing. Mungkin nasibku begitu baik (tidak ingin mengatakannya 'naas'). Nasib baik karena aku tak perlu bersusah payah mencari banyak buku referensi. Bukan karena aku sudah punya setumpuk di kamar, sebaliknya. Dikarenakan buku referensi yang membahas judul skripsiku tak banyak dan aku sudah hampir membaca semua yang berkaitan, jadi aku tak perlu terlalu sibuk keluar masuk ruang baca atau Gramedia. Aku juga tak perlu kasak kusuk mencoba menemukan pembimbingku. Keduanya sibuk, jadi terkadang sebelum aku sempat bertanya keberadaan mereka, mereka telah dengan lapang hati memberitahukan jadwal mereka. Beruntung kan aku?
Hihihihihihi, daripada aku terus-terusan mengumpat nasibku dan nasib 'skripsi'ku yang semakin tidak jelas, lebih baik aku menganggapnya sebuah keberuntungan. Meskipun, lagi-lagi lima hari ini aku hanya duduk manis di depan laptop untuk mencoba memperbaiki bagian-bagian yag dianggap kurang layak untuk skripsiku yang pada akhirnya kegiatan itu diakhiri dengan mencolokkan modem ke USBnya dan mulai menulis di blog (dan pastinya semua akun social mediaku) ^_^

Dalam beberapa hari keeksisanku di dunia maya dan di depan televisi, ada beberapa berita menarik yang sedang hangat di pemerintahan negeri ini. Awalnya hanya untuk sekedar tahu, tetapi karena merasa butuh tahu lebih dalam, ketika televisi menayangkan tentang berita itu, aku langsung duduk manis. Sembari menunggu mention balasan di twitter, aku mencoba surfing di beberapa situs yang menyediakan berita-berita yang cukup lengkap. Satu berita hangat yang akhirnya mendorongku menulis saat ini tentang ROK MINI. Aw aw aw, ada apa dengan benda yang akrab dengan ke-seksi-an pemakainya ini? Kini ROK MINI sedang menjadi trending topic di kalangan wakil kita di gedung itu, DPR. Aduuuh, hal begini pun menjadi bahan pembicaraan yang menggemparkan DPR dan Indonesia. Begitu banyak pro dan kontra mengenai kebijakan baru di gedung itu yang melarang penggunaan rok mini di lingkungan DPR. Loh kok tiba-tiba? Iki piye toh mas. Kenapa kebijakan itu baru muncul sekarang, di era ini? Kok tidak dari dulu-dulu yah, bukankah DPR itu sudah ada sejak dulu. Pro muncul dari beberapa anggota dewan yang terhormat, yang mungkin merasa tidak bisa menjaga pandangan mereka dari hal-hal yang 'mengundang' seperti itu. Kontra tak sedikit juga jumlahnya. Tadi siang di televisi melihat tanggapan dari Rieke Diah 'Oneng' Pitaloka yang mengatakan bahwa anggota dewan kan bukan 'polisi moral' yang harus ikut-ikutan dalam upaya memperbaiki moral. Ia mengatakan bahwa bukannya sudah ada majelis keagamaan yang lebih 'pantas' mengatur itu semua. Lalu, aku? Ingin pro, pasti. Lah wong memang rok mini itu HARAM untuk semua muslimah. Ingin kontra, juga. Kenapa anggota dewan sibuk-sibuk mau ngurusin rok mini itu, sekarang? Kenapa baru merasa terusik sekarang? Mungkin belakangan begitu marak anggota dewan yang menggunakan rok mini (wanita yaah) yang melakukan kegiatan sehari-hari menggunakan benda itu. Ya ampun bu (usia anggota dewan saya rasa sudah seumuran mamaku), ini pernah sekolah gak ya? Pernah belajar mata pelajaran PPKN? Oh, mungkin memang tidak tercantum secara tersurat di buku pelajaran sih. Tetapi, entahlah. Ini hanya berkenaan dengan PANTAS tidak PANTAS. Wajar saja jika di DPR akan diberlakukan pelarangan penggunaan rok mini (untuk anggota dewan berjenis kelamin perempuan). Lah, di kampus saya saja pernah terdengar isi akan ada pelarangan penggunaan 'celana jeans', baik untuk laki-laki maupun perempuan. Aaah, tetapi berita ini menjadi salah satu daya tarik gedung berisi para wakil kita itu. Apapun kebijakan mereka pasti selalu menjadi hal menarik untuk dilihat (ditonton) ole pemilih mereka, rakyat ^_^

Berita lain yang tak kalah hebohnya, kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak, bukan Blackberry Messenger). Sebenarnya ini bukan berita baru. Setiap tahun ini selalu menjadi berita teraktual, hangat, terpercaya *asiik. Berbagai kalangan merasa berhak untuk angkat suara. Menteri Perekonomian mengatakan kenaikan BBM  ini merupakan langkah terakhir dari upaya untuk menghadapi harga minyak dunia yang melonjak tinggi. Beberapa PNS menanggapinya dengan ungkapan bahwa kenaikan BBM ini untuk mengiringi rencana kenaikan gaji PNS yang yaah hanya sekitar 10% dari gaji pokok mereka. Padahal gaji PNS pun belum naik. Harga-harga kebutuhan sudah terlebih dahulu melambung. Sopir angkot dari beberapa daerah pun telah berinisiatif sendiri menaikkan harga ongkos dan sudah memberlakukannya ke penumpang mereka. Padahal, BBM  baru akan naik per April 2012. Lucu yah, ini persoalan tiap tahun loh. Sayangnya, anggota dewan sedang sibuk membahas kebijakan rok mini. Belum bisa diganggun pikirannya oleh  hal lain, termasuk membahas rencana kenaikan BBM ini.

Waduh, setelah beberapa paragraf di atas aku tersadar, kok aku ngomongin ini yah? Ini semacam pengalihan perhatianku dari skripsiku. Iya, maksudnya agar aku tak lagi terlalu perhatian pada skripsiku, aku mencoba untuk membahas berita hangat di negeriku ini. Tetapi, kenapa tiba-tiba merasa mirip. Mungkinkah kebijakan pelarangan penggunaan rok mini di DPR juga sebuah bentuk pengalihan isu kenaikan BBM, yang seharusnya menjadi bahasan penting mereka? Mengulur-ulur waktu rapat pembahasan itu, agar tak banyak waktu membahas dan ketika akhir Maret, keputusan kenaikan BBM tidak dapat diganggu gugat. Mungkin juga pro kontra kenaikan BBM menjadi salah satu upaya pengalihan perhatian rakyat dari kasus-kasus besar negeri ini. Kasus korupsi orang-orang 'pintar' itu, kasus pembunuhan seorang pengusaha, atau atau atau. Allahualam. Sebagai seorang rakyat yang cinta negeri ini tak perlu aku ikut menghujat, tak perlu aku ikut berkomentar. Toh komentar apapun dan dari siapapun takkan mengubah keadaan. Mari berdoa untuk negeri ini. Mari doakan aku juga agar aku segera menyandang gelar S.Pd Juni ini. Aamiin ^_^

*ditulis diiringi dengan derai hujan lebat di Perumnas, Palembang. Hujan selalu membawa banyak inspirasi ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar