Minggu, 18 September 2011

seseorang *bagian pertama

ketika kita sudah terlalu lama bersandar pada seseorang
kita benar-benar menjadi sosok seorang manusia yang lemah, manja, dan cengeng
menjadi seorang pengeluh ulung
yang seolah-olah hidupnya selalu dirundung kelemahan dan ketakberdayaan
kepercayaan pada diri sendiri pun seakan hilang tak membekas
segala upaya untuk menjadi lebih mandiri akan terasa sangat berat
karena kita sudah menyandarkan hidup dan masa depan kita pada seseorang
yah seseorang, yang notabene juga seorang manusia
sama seperti diri kita sendiri
makhluk yang lemah dan hina
yang akan mudah khilaf dan terlupa

ketika seseorang tersebut mulai khilaf dan terlupa
dan mulai meninggalkan kita
selanjutnya, bagaimana kita???
akankah tiba-tiba menjadi seorang manusia kuat dan tangguh?
atau akan menjadi lebih lemah dan buruk dari sebelumnya?



aku punya cerita tentang seorang teman yang keadaannya seperti prolog di atas
tentang seseorang yang menyandarkan hidup dan masa depannya pada seseorang
begitu mempercayai semua janji dan komitmen yang mereka buat selama itu, tiga tahun kira-kira
hingga akhirnya kita akan menebak bagaimana hati dan rencana masa depan sang teman sejak seseorang itu hilang
lenyap dan menghilang tiba-tiba dari kehidupannya
yang hingga detik ini, sang teman tersebut bahkan tak tahu kenapa ia ditinggalkan
ia hanya mampu menerka-nerka
menebak dimana letak kesalahannya
kesalahan (yang mungkin) fatal yang membuat ia harus ditinggalkan
hingga membuatnya hampir berubah total
yaah, membuatnya seolah menjadi orang lain
bukan dirinya lagi

ceritanya ia mulai sejak ia bersahabat dengan seseorang itu
seseorang yang selalu ia sebut "motivator"
seseorang yang bersamanya membuat sebuah janji dan komitmen
akan bersama nanti, di masa depan
seseorang yang bersamanya mendesain mimpi dan harapan-harapan tentang hidup di waktu datang
seseorang yang akan mencoba membantu sang teman menghapus air matanya
seseorang yang selalu menularkan semangat yang begitu besar, yang selalu mampu menopangnya ketika ia merasa lelah
seseorang yang mampu menjadi pendengar, yah pendengar terbaik untuknya
sang teman memang orang yang cukup suka 'bercerita' dan seseorang itu selalu menjadi pendengar yang baik
ketika sang teman memiliki suatu keluhan, ia akan segera menceritakan semuanya tanpa filter
semuanya murni karena sang teman begitu percaya pada seseorang tersebut

seseorang yang terkadang menjadi kakak baginya, kakak yang senantiasa mengingatkannya ketika ia lupa
selayaknya kakak yang akan selalu membela adiknya ketika sang adik dicerca orang lain
selayaknya kakak yang akan selalu menghibur adiknya ketika sang adik merasakan lelah dan susah hati
selayaknya kakak yang akan memarahi adiknya ketika sang adik berbuat salah
begitu cerita sang teman

seseorang yang terkadang menjadi adik
cerita sang teman, seseorang ini terlahir sebagai anak bungsu yang memiliki beberapa saudara yang lebih tua
seorang anak bungsu yang notabene telah membuatnya menjadi anak yang manja
yahh.. seseorang dan sang teman telah menjadi teman bermain
mereka berdua terkadang terlalu asyik saling berbagi
selayaknya kepada seorang adik terkadang sang teman mencoba memanjakannya
selayaknya kepada seorang adik sang teman akan mengalah untuk beberapa hal
yang ternyata mengajari sang teman makna berbagi dan mengalah
begitu cerita sang teman

bagi sang teman, seseorang ini terlihat dan terkesan begitu mirip dengan ayahnya
bagi sang teman, ayah adalah laki-laki yang paling ia cintai hingga detik ini
dan bagi sang teman, ia benar-benar berharap seseorang ini akan menjadi masa depannya
seperti ayahnya
begitu cerita sang teman

tapi sayang, ketika sang teman kembali bercerita
suasana terasa lebih suram, gelap, dan aku merasa sangat kasihan pada sang teman
ia kini tak lagi mempunyai harapan untuk bersama seseorang yang dulu begitu ia harapkan
ia merasa ditinggalkan
ia merasa DIBUANG
ia merasa DICAMPAKKAN

yang lebih menyakitkan bagi sang teman
ia tak tahu apa salahnya
ia sama sekali tidak tahu
bagi sang teman, ia akan merasa lebih baik jika ia ditinggalkan dengan sejuta alasan
dengan alasan-alasan yang membuatnya merasa bersalah dan memilih untuk pergi perlahan
tanpa diminta
tetapi, keadaannya tidak seperti itu
seseorang itu pergi, meninggalkannya dalam ke-diam-annya, membisu sejuta kata
seakan jika seseorang itu pergi dalam diam, semua akan terasa baik-baik saja bagi sang teman
seseorang tersebut tak pernah menyadari, apa yang ia lakukan justru membuat sang teman selalu merasa bersalah

bukan bermaksud tidak menyadari apa yang telah ia lakukan
bukan bermaksud untuk tidak mencari tahu kesalahannya
tetapi, ia sudah lelah menebak-nebak
ia letih untuk terus menerus berspekulasi apa salahnya
ia tak suka jika harus terus menerus bertanya pada orang-orang terdekat mereka mengenai seseorang tersebut
ia lelah, lebih-lebih ia takut
jika nanti yang ia ketahui justru akan lebih melukai hatinya
ia terlalu takut untuk itu
begitu cerita sang teman

kini, ketika aku memandang wajah sang teman
aku pun tak mampu menebak hatinya
tak mampu membaca sirat yang terlukis di matanya
ada apa di hatinya kini?
bagaimana kondisinya?
baikkah dia?

aahhh.. mungkin aku bukan teman yang baik untuk sang teman
karena aku justru sempat menuduhnya menjadi lebih baik sejak tak lagi bersama seseorang itu
tapi, tunggu dulu
aku tidak sembarang menuduh
aku melihatnya lebih kuat sekarang
aku tak pernah melihatnya meneteskan air mata di hadapan teman-teman lain *termasuk aku
kata sang teman, ia sudah tak mampu menangis di depan orang lain
karena memang sejak dulu, tanpa ia sadari ia hanya akan menangis di depan seseorang itu
dan benar, sekarang pun ia masih tetap tak bisa menangis di depan orang lain
bahkan di depan sahabat-sahabat yang lain
aahhh.. itu bukan pertanda ia lebih baik ternyata

ia jadi lebih tangguh dan mampu melakukan apapun sendiri
tak melulu harus mengadu jika ia punya masalah *seperti yang ia selalu lakukan dulu pada seseorang itu
kini ia terlihat lebih mampu menerima orang lain
kata sang teman, jika ia terus-terusan bersama orang lain
itu akan membuatnya lebih manja dan takkan pernah mandiri
sayangnya, aku malah menilainya lebih egois saat ini
ia menjadi orang yang tak lagi peduli pada teman-temannya
terkadang ia lebih memilih untuk pulang kuliah sendiri tanpa menunggu teman-teman lainnya
di hadapanku, sang teman selalu berkilah ia baik-baik saja
tapi, melihat keinginannya untuk selalu menyendiri aku yakin
di hatinya pasti tergores luka yang tak dangkal
luka yang mungkin sudah cukup dalam
luka karena ditinggalkan mungkin
atau luka karena egonya yang merasa tak pernah bersalah tetapi tetap saja menjadi korban

teman-teman lain yang juga merasakan lukanya tak henti mengingatkan sang teman
hidupnya masih panjang
bukan hanya seseorang itu yang layak untuk dipikirkan
bukan hanya seseorang itu yang selama ini ada di sisinya
bahkan ada suatu zat yang memiliki kuasa besar yang selalu melindunginya, yang mungkin sering sang teman lupakan
sang teman punya Tuhan, sang teman punya lebih dari seseorang itu

kata sang teman, kadang ia terisak di sela sujudnya
terkadang ia menyadari, seseorang itu pergi karena sang pemilik nyawa sudah mulai cemburu dengan rasa cintanya
rasa cinta yang sudah berlebihan kepada manusia dan terkadang melupakanNya
teman lain mengatakan "berhentilah berharap pada manusia, karena hanya akan menimbulkan kekecewaan di akhirnya"
kata sang teman, kadang ia mencoba mengikhlaskan semuanya
mencoba melepaskan seseorang itu dan membuat padat aktivitasnya
yang akhirnya malah membuat sang teman jatuh sakit dan lagi-lagi mengingatkannya pada seseorang itu
yaah, kata sang teman ketika ia sakit, seseorang itu selalu setia mengingatkannya akan kesehatan sang teman
disaat kini, jika sang teman jatuh sakit, ia hanya mampu terisak mengenang seseorang itu

ahhh, jika kuingat kadang aku iri pada kisah mereka berdua
pada sang teman dan seseorangnya
tetapi, jika kucoba merasakan luka sang teman, aku merasa sangat kasihan
bahkan aku kini tak lagi mampu berharap untuknya
hanya berharap semoga Allah selalu menguatkannya, membuatnya menjadi teman yang lebih banyak bersyukur
semoga Allah segera membukakan hatinya untuk seseorang-seseorang yang lain
semoga Allah juga selalu mengingatkannya untuk tak serta merta mempercayai seorang manusia sepenuhnya
semoga Allah mengingatkannya ketika ia terlupa
dan semoga Allah juga selalu mengingatkanku dan mengambil hikmah dari semua hal yang terjadi

terima kasih teman, semoga bermanfaat ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar