Minggu, 25 September 2011

seseorang *bagian kedua

kembali mencoba mengurai arti seseorang untuk sang teman
tentu teman yang lain
kali ini sebenarnya akan menyajikan sedikit tulisan yang akan menggantung di bagian akhir
tapi tak apalah, mungkin bisa dibuat sekuel-sekuel yang lain tentang cerita ini

cukup bingung untuk memulai dan mengakhiri cerita sang teman kali ini
yang jelas di awal sang teman menceritakan tentang hatinya yang remuk redam
yaah biasa, karena ditinggal seseorangnya (yang terdahulu)
lama tak kudengar cerita darinya, begitu kalem dia untuk beberapa saat
hanya aku mencemaskannya untuk beberapa saat bungkamnya ia padaku itu
akhirnya, di suatu kesempatan aku mencoba menanyai perihal 'hatinya'
dan beginilah ini dimulai



"seseorang baru telah datang", katanya padaku
senyum merekah di bibirnya saat itu
tak kuasa untuk tak bertanya, seseorang seperti apa yang kembali mampu merekahkan senyumnya
ia berpikir, mungkin sedang berpikir untuk menemukan kata-kata yang layak untuk menggambarkan seseorang itu
akhirnya, ini penggambaran sang teman tentang seseorang itu
"seseorang yang jika aku berhadapan dengannya jantungku berdetak puluhan kali lebih kencang
seseorang yang aku tak sanggup menatap matanya ketika ia sedang menatapku
seseorang yang jika kami sedang terdiam satu sama lain, aku selalu memainkan jariku, menandakan aku gugup
seseorang yang jika ia bicara, aku terdiam kagum
seseorang yang mampu mendengarkanku, dan memberikan semangat luar biasa untukku
seseorang yang membuatku selalu menyadari, jika aku wanita"

woow, luar biasa penggambaran sang teman tentang seseorang ini
ingin rasanya bertemu, bertatap muka dan langsung bercengkrama dengan seseorang itu
bagaimana bisa sang teman menggambarkan sosok seseorang ini dengan begitu sempurna?
ya bagiku sempurna, karena seseorang seperti inilah yang aku inginkan

"tetapi,...."
eh ternyata ada kata tetapinya
benar dugaanku, tak mungkin begitu sempurna seseorang itu tanpa celah
menanti kalimat selanjutnya dari sang teman
"dia tak percaya sepenuhnya padaku", lanjut sang teman
waduuh, masalah kepercayaan *lagi dan lagi
kenapa itu yang selalu menjadi masalah teman???

"ia tak sepenuhnya percaya padaku
jarak yang membuatnya begitu, jarak mengalahkan rasa diantara kami"
waduuh lagi, tak bisa berkata lagi
"tapi, aku percaya kok padanya", kata terakhirnya hari ini

tetapi, aku 'sedikit' cemas dengan kegembiraannya ini
merasa ada sedikit berbeda
melihat matanya ketika bercerita padaku saja aku menangkapnya
sang teman juga tidak percaya penuh pada seseorang itu
tak yakin juga dengan penggambaran tentang seseorang itu
ia hanya menceritakan tentang 'seseorang' yang sebenarnya yang ia ingin temui
bukan tentang seseorang yang saat ini bersamanya
aku cemas teman...

satu bulan, dua bulan, lima bulan
sepertinya aman-aman saja
tapi tetap cemas jika suatu saat sang teman menghubungiku untuk bercerita
ia akan menceritakan jika hatinya terluka
ahh,, jangan berprasangka pikirku saat itu

kini, genap tujuh bulan
masih belum ada cerita lanjutan mengenai mereka
temanku jauh lebih tertutup kini
mungkin ia lebih banyak bercerita pada seseorangnya dibanding aku sekarang
entahlah, tetapi aku hanya berharap ia selalu dan akan selalu baik-baik saja bersamanya
bersama seseorangnya

tiba-tiba, ia mendatangiku
mengajakku menyantap es krim, kudapan manis yang selalu kami cari ketika kami merasa mood kami memburuk
ahh, pasti terjadi sesuatu
akhirnya kami berjanji bertemu di tempat biasa kami saling bercengkrama

"no communication now", ia memulai
aku mengerti maksud kalimat pertama itu, aku menanti lanjutan ceritanya
"dia benar-benar tak percaya padaku, mungkin sejak awal dia tak percaya padaku
semalam dia menanyakan sesuatu padaku dan aku tak suka pertanyaan itu"
dia ceritakan semuanya, dia ceritakan pertanyaan yang diajukan seseorang itu

waaaw, akupun takjub mendengar pertanyaan yang disampaikan seseorang itu pada sang teman
aku cukup kenal dengan sang teman
dia orang yang punya harga diri tinggi
dia punya rasa ingin dihargai begitu tinggi oleh siapapun, apalagi oleh laki-laki
yang aku tak habis pikir, mengapa sang teman bisa tidak mendapatkan kepercayaan sedikitpun dari seseorangnya?
selama ini aku percaya pada sang teman, begitu percaya padanya
ia bukan orang yang suka berbohong

sang teman berkata, di awal hubungan mereka sang teman hanya 'coba-coba'
ia meminta seseorang untuk menjadi pengganti seseorangnya yang dulu
meminta seseorang itu untuk mengalihkan rasa sakit hatinya dari seseorangnya terdahulu
oohh, aku mulai paham maksudnya
dia terdiam...
untuk beberapa saat sang teman memang hanya memanfaatkannya
memanfaatkannya agar ia tak lagi menggubris semua hal dan kenangan dengan seseorangnya terdahulu
tetapi, seiring waktu dan perhatian dari seseorang ini, ia mampu bangkit
ia kembali memiliki harapan, ia kembali menjadi sosok ceria
keceriaannya akhir-akhir ini ternyata bukan hal palsu
ia serius dengan keceriaannya

sebenarnya, sejak ditinggal seseorangnya dulu, sang teman memang benar menjadi orang yang diam
ternyata, di awal hubungan sang teman dan seseorang ini membuat suatu rencana jangka panjang
"menikah di akhir tahun depan"
oohh, pantas saja sang teman kembali mau berkomitmen
ia berusaha belajar untuk membuka hatinya pada seseorang itu
ternyata, ia bisa
sayang, karena diminta untuk menggantikan sosok seseorang terdahulu, seseorang ini seakan tak percaya sedetik pun pada sang teman

aku menatapnya, ia menangis kini, di hadapanku
es krimnya sudah mulai mencair, sudah pasti ia tak terhibur sedikitpun oleh es krim kini
aku? bagaimana bisa menghiburnya
aku bingung dengan hatinya, aku bingung dengan posisinya, dengan keadaannya

di tengah kegembiraannya, ia justru merasa bimbang lebih banyak dibanding dulu
ia tak tahu harus bagaimana
ia sudah bisa kembali berharap, tetapi ia berharap pada orang yang salah ku pikir
seseorang yang tak sepenuhnya tulus pada sang teman
tetapi, muncul berjuta pertanyaan di kepalaku
apa motif seseorang itu pada sang teman? penasarankah, mengingat mereka sudah mencoba beberapa kali untuk hubungan seperti ini
balas dendam? *waduuh, dampak terlalu sering nonton drama Korea nii
jadi?
ada apa sebenarnya??

karena jawaban sang teman atas pertanyaan seseorang pada malam itu
seseorang itu justru membuat luka baru di hati sang teman
satu hal yang disesali sang teman, mengapa ia begitu mudah mempercayai seseorang?
hanya karena mereka telah bersahabat lama, jadi sang teman dapat dengan mudah percaya padanya?
atau karena sang teman merasa puas saat itu, karena egonya, karena ia mampu membuang jauh semua hal tentang seseorang yang dulu itu??

hikmahnya apa untukku kali ini??
intinya tetap sama, jangan gantungkan harapanmu pada manusia terlalu tinggi
kini, mungkin takkan mampu walau sedetik sang teman akan percaya pada seseorang *siapapun dia*
walau dia, atau dia
percaya saja teman, jodohmu takkan lari
jika engkau wanita baik, maka laki-laki baik yang akan datang padamu
mungkin ia bukan laki-laki baik untuk wanita baik sepertimu
atau mungkin engkau belum menjadi sebaik dia, seorang laki-laki yang luar biasa baik
juga selalu percaya, Allah selalu bersamamu, di sampingmu
begitupun aku, sahabatmu teman

*wanna a cup of ice cream now ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar